Chief Security Officer (CSO)
Tujuan utama:
Menjamin keamanan data, platform, dan infrastruktur cloud 32Inside secara menyeluruh, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap standar industri dan regulasi.
🎯 Fungsi Utama:
-
Menetapkan strategi keamanan siber perusahaan, baik untuk platform internal maupun layanan pelanggan.
-
Memastikan penerapan security by design dalam setiap proyek dan produk.
-
Mengawasi operasional keamanan 24x7, dari deteksi ancaman hingga mitigasi insiden.
-
Menjaga kepatuhan terhadap standar keamanan (ISO 27001, SOC 2, PDPA, dan sejenisnya).
-
Mengembangkan kultur keamanan di seluruh lini organisasi.
-
Berkolaborasi erat dengan CTO (infrastruktur) dan CSDO (operasi) untuk keamanan menyeluruh.
📂 Security Operations Division
1. SOC Manager
Fokus: Mengelola operasi Security Operation Center (SOC) untuk monitoring, deteksi, dan respon insiden keamanan secara real-time.
Tugas Detail:
-
Memimpin tim SOC 24x7 yang melakukan monitoring keamanan infrastruktur cloud dan jaringan (OpenStack, Kubernetes, Ceph, internal apps).
-
Membangun dan memelihara SIEM (Security Information and Event Management) untuk korelasi log, alerting, dan dashboard insiden.
-
Menyusun runbook incident response untuk berbagai jenis serangan (DDoS, brute force, privilege escalation, data exfiltration, dsb).
-
Melakukan threat hunting proaktif berdasarkan IOC (Indicator of Compromise) dan intel terbaru.
-
Menetapkan prioritas penanganan insiden berdasarkan severity & business impact.
-
Mengatur eskalasi ke Security Engineering atau Platform tim jika perlu tindakan teknis lanjut.
-
Melakukan post-incident review dan menghasilkan Root Cause Analysis (RCA).
-
Menyusun laporan MTTD (Mean Time to Detect) dan MTTR (Mean Time to Respond) untuk evaluasi efektivitas SOC.
-
Melatih tim operasi dan teknis terkait prosedur keamanan dan pelaporan insiden.
Tools biasa digunakan:
-
SIEM: Wazuh, Graylog, ELK Stack, Splunk (Enterprise), Security Onion
-
Threat Intelligence: MISP, OpenCTI, AlienVault OTX
-
Monitoring & Detection: Suricata, Zeek (Bro), CrowdSec, Fail2Ban, OSSEC
-
Incident Management: TheHive, Cortex, RTIR, Jira Security
📂 Security Engineering & Compliance Division
2. Security Engineering Manager
Fokus: membangun dan mengelola sistem keamanan teknis (hardening, encryption, vulnerability management, IAM) di seluruh platform.
Tugas Detail:
-
Merancang kebijakan dan prosedur server hardening untuk OpenStack, Kubernetes, dan sistem internal.
-
Melakukan vulnerability assessment & remediation berkala menggunakan scanner otomatis dan manual verification.
-
Mengelola encryption system (data-at-rest dan data-in-transit), termasuk TLS certificate lifecycle, disk encryption, dan secret management.
-
Mengelola IAM (Identity and Access Management) untuk semua platform — Role-Based Access Control (RBAC), MFA, least privilege principle.
-
Mengawasi integrasi dengan Key Management Service (KMS) atau Vault system untuk penyimpanan kredensial.
-
Bekerjasama dengan DevOps & Platform Services untuk menerapkan secure CI/CD pipeline.
-
Menyusun kebijakan patch management, serta memastikan patch compliance rate tinggi.
-
Melakukan security testing terhadap layanan SaaS dan API internal.
-
Melakukan collaboration dengan SOC untuk menutup gap keamanan yang terdeteksi dari threat monitoring.
-
Menulis dan memperbarui security guideline dan best practice documentation internal.
Tools biasa digunakan:
-
Vulnerability Scanning: OpenVAS, Nessus, Trivy, Clair, Nmap, Lynis
-
Hardening: CIS Benchmark tools, Ansible hardening roles, auditd
-
IAM: Keycloak, Vault, FreeIPA, OpenLDAP, JumpCloud
-
Encryption & Secrets: HashiCorp Vault, GnuPG, OpenSSL, cert-manager
-
Testing: OWASP ZAP, Burp Suite, Nikto, Metasploit (for red teaming)
3. Compliance Manager
Fokus: memastikan bahwa seluruh proses, sistem, dan dokumentasi perusahaan mematuhi standar keamanan dan regulasi yang berlaku.
Tugas Detail:
-
Menyusun dan mengelola ISMS (Information Security Management System) sesuai ISO/IEC 27001:2022.
-
Memastikan seluruh divisi menjalankan security policy dan control yang sesuai dengan framework (ISO27001, SOC 2, PDPA, GDPR).
-
Menyusun dan memperbarui dokumentasi keamanan, termasuk risk register, asset inventory, dan Statement of Applicability (SoA).
-
Mengkoordinasikan audit internal dan eksternal bersama auditor independen.
-
Melakukan gap analysis dan perbaikan temuan hasil audit (non-conformance closure).
-
Menyusun Business Impact Assessment (BIA) dan mendukung tim Resilience (CSDO) untuk DRP/BCP.
-
Melakukan training internal tentang security awareness dan data protection untuk seluruh karyawan.
-
Mengelola vendor security assessment untuk partner atau supplier yang terhubung dengan platform.
-
Menyiapkan compliance report dan evidence log untuk keperluan audit pelanggan enterprise.
-
Berkoordinasi dengan Legal dan CPCO untuk kebijakan privasi dan HR compliance.
Tools biasa digunakan:
-
GRC & Audit Tools: ISO Manager, Conformio, AuditBoard, Jira GRC, Excel templates
-
Documentation & Workflow: Confluence, Notion, SharePoint
-
Awareness & Training: KnowBe4, LMS internal, Google Forms (quiz)
-
Risk Register: Excel-based tracker atau open-source GRC (eramba, SimpleRisk)