Chief Financial Officer (CFO) Fungsi: Menjaga stabilitas dan kesehatan keuangan perusahaan , memastikan seluruh pengeluaran efisien, pendapatan tercatat dengan akurat, serta seluruh aktivitas bisnis patuh terhadap standar akuntansi dan regulasi pajak. CFO juga berperan penting dalam pengambilan keputusan strategis berbasis data keuangan. 📂 Finance & Accounting Division Finance & Accounting Manager Mengelola seluruh aspek keuangan perusahaan, mulai dari pencatatan transaksi, pelaporan keuangan, pengawasan arus kas, hingga audit dan kontrol biaya . Tugas utama: Menyusun laporan keuangan bulanan dan tahunan. Melakukan analisis cashflow dan profitabilitas layanan. Mengawasi proses akuntansi dan rekonsiliasi bank. Menyusun laporan audit dan memastikan kepatuhan terhadap standar PSAK/IFRS. Memberikan insight finansial untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. KPI: Report accuracy (tingkat kesalahan <1%) Audit findings (jumlah temuan minimal) Cashflow stability 📂 Procurement Division Procurement Manager Bertanggung jawab atas pengadaan barang/jasa , termasuk hardware, software, lisensi, kontrak vendor, dan kebutuhan operasional lainnya, dengan prinsip efisiensi dan transparansi. Tugas utama: Menyusun kebijakan dan SOP pengadaan. Melakukan vendor selection & evaluation. Negosiasi harga dan kontrak dengan vendor atau distributor. Bekerja sama dengan CTO & CSDO dalam pengadaan infrastruktur dan layanan baru. Memastikan pengadaan sesuai dengan rencana anggaran dan timeline proyek. KPI: Procurement lead time (kecepatan proses pengadaan) Cost efficiency (hemat biaya dibanding estimasi awal) Vendor performance (kualitas & ketepatan pengiriman) 📂 Budget & Tax Division Budget & Tax Manager Menangani perencanaan keuangan jangka pendek dan panjang , serta memastikan seluruh kewajiban pajak dipenuhi dengan benar dan tepat waktu. Tugas utama: Menyusun dan memantau anggaran tahunan setiap divisi. Menganalisis realisasi anggaran vs rencana (variance analysis). Mengelola laporan pajak bulanan & tahunan (PPN, PPh, dsb). Menyusun strategi efisiensi pajak tanpa melanggar regulasi. Berkoordinasi dengan auditor eksternal dan pihak regulator (DJP). KPI: Budget variance (penyimpangan <5%) Tax compliance (0 pelanggaran pajak) Budget utilization rate